#Sekedar oleh-oleh dari Tasyakuran Kreatif
Setelah
kelar menulis tentang Stand Up Comedy show #SatuBangsaDalam Tawa Jember
kemarin, saya harus memaksakan diri dan otak saya untuk kembali membuat catatan
tentang acara Peluncuran Karya terbaru Prof. Ayu Sutarto yang diberi judul “Tasyakuran
Kreatif”, 64 tahun Prof. Ayu Sutarto. M.A.
Bertepatan
dengan Ulang Tahunnya yang ke 64 itu, Prof Ayu, begitu beliau biasa disebut,
kembali menelurkan 2 buah karya yang berjudul, Disini Aku mencari tuhan,
disana, engkau berburu kerinduan, dan yang kedua adalah Hati yang menyapa (Dari
renungan ke renungan). Acara tersebut diselenggarakan di Aula Fakultas Sastra
Universitas Jember, pada hari Kamis, 19 Desember 2013. Sekilas, tak ada yang
spesial dengan acara ini. Karena saya sudah beberapa kali menghadiri peluncuran
buku dari lelaki yang baru saja menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2013
kategori Pelestari dan Pengembang Warisan Kebudayaan Indonesia itu. Namun, d.\i
tengah acara saya baru tahu bahwa buku barunya ini merupakan catatan
perjalanan, yang beliau tulis selama berkeliling ke banyak Negara. Hari itu Prof. Ayu tampil
santai dengan baju koko berwarna putih. Sesaat beliau mengaku speechless melihat ruangan yang yang
dipenuhi orang-orang yang mencintai, da menghargai karya-karyanya.
Dibuka
oleh Icha, MC cantik dari Sastra Inggris, yang katanya baru saja mengalami
kecelakaan. Namun demi Prof Ayu, Icha rela menahan sakitnya.
Hiburan
pertama diisi oleh Nia dan Galang. Yang membawakan tarian khas Banyuwangi, Jaran Goyang, dimana tarian itu yang
mengisahkan tentang seorang lelaki yang menggunakan pelet jaran goyang untuk memikat lawan jenisnya. Jaran goyang sendiri dipercaya oleh Masyarakat Banyuwangi sebagai
pelet paling ampuh untuk menaklukkan hati seseorang.
Hiburan
kedua adalah tarian holaahoop dan
tari egrang dari "Untukmu si kecil pinggir kali bedadung" yang
merupakan anak-anak asuh dari Prof. Ayu.
Selepas
penampilan tari anak-anak kecil yang lucu itu, acara dilanjut dengan
sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari Mas Arif Nur Hartanto, Mahasiswa
Sastra Inggris 2010 yang hari itu bertindak sebagai Ketua Panitia. Dan sebelum
Arif mengakhiri sambutannya, Ia mempersembahkan sebuah tembang Jawa untuk Prof.
Ayu, yang sama sekali tak saya pahami artinya. *maklum, saya Madura asli. : D
Dan
pengisi acara ketiga adalah Abdul Gani, Mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2008,
yang membawakan sebuah puisi berjudul, "Surat Selamat Jalan" Seketika
Saya, dan mungkin juga penonton yang lain dibuat hanyut dengan isi puisinya.
Sayatan dawai biola yang mengiringi puisi ini memperindahnya. Sebelum puisi
dibacakan, Mas Gani, begitu saya memanggilnya, mengatakan bahwa Puisi yang
dibuat tanggal 9 Mei 2013 tersebut menceritakan tentang seorang Istri yang
ditinggal Suaminya merantau, tapi kemudian, Sang Suami meninggal di perantauan.
Saya larut, dan akhirnya menangis. Iya, saya lebay dan cengang.
Selesai
penampilan puisi dari Mas Gani, disambung lagi dengan sepenggal puisi cinta
yang dibawakan oleh Prof. Ayu untuk Ibunya. Setelah itu, Prof. Ayu membawa kami pada cerita masa
lalunya. Yang beliau bahkan tak dapat mendatangkan sang Ibu di Wisuda S1 nya
karena permasalahan Ekonomi. Prof. Ayu tak lantas menjadi seperti sekarang ini.
Perjuangan beliau begitu berat dan berarti, hingga kini menjadi Guru Besar yang
kerap dianugerahi banyak penghargaan di bidang Sastra dan Budaya. Cerita Pof.
Ayu tentang Ibunya kembali mebuat haru satu ruangan.
Dua kata untuk menggambarkan Prof. Ayu: Ringan dan Santai.
Gayanya yang santai, serta puisi-puisi yang gampang dicerna. Namun ada hal lain
yang membuat saya selalu kagum pada Lelaki kelahiran Pacitan ini, kesederhanaan
dan keramahan beliau.
Suasana baru kembali ceria ketika Icha membagikan doorprize untuk teman-teman yang
beruntung. dan saya termasuk yang beruntung hari itu. karena mendapat tas
kecil, oleh-oleh Prof. Ayu dari Martapura Kalimantan Kaimantan.
NB: Tak
ada satupun momen yang bisa saya abadikan, karena Handphone saya tertinggal.
Mohon maaf atas itu.


0 komentar:
Posting Komentar