• home

22 Nopember 2014



#SUCROS2MLG, dan cerita yang tak selesai

“Ada unsur lain yang berhubungan dengan harapan dan keyakinan dalam struktur hidup: keberanian (courage), atau apa yang dinamakan Spinoza “ketabahan (fortitude).”

Bertempat di Gedung Graha Cakrawala, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Malang (UM), pukul 12.00 pm, saya bersama lima teman lain, berangkat menuju lokasi acara. Sebenarnya, acara baru akan dimulai pukul 14.00. tapi, karena harus tukar ticket, dan lain-lain, kami memutuskan untuk berangkat lebih awal. Setelah mampir ke beberapa tempat, akhirnya kami mendarat paukul 12.45 pm. Dan ternyata, gedung pertunjukan itu sudah dipenuhi ratusan penonton. Beberapa comic Jawa Timur (Jatim) yang sudah tidak asing, juga terlihat disana. seperti Mas Dono, Dani Aditya, Muslim, Ubed, Ganjar, Firza, Rahadyan Kukuh, dan banyak lagi. Saya juga sempat membeli merchandise dari lapak @OurSinsClothes Sebuah kaos bertulis, “Hamba Gadget”, dan "DEATH IS CLOSER THAN YOUR DREAM".

Sebelum gate dibuka, kami diberi suguhan tawa gratis, melalui lomba standUp antar komunitas se-Jatim, yang bertempat di halaman gedung tersebut. Dari Jember sendiri, diwakili oleh Siro. Yang hari itu, datang bersama beberapa anggota komunitas @StandUpIndo_JBR lainnya. Selanjutnya, kami disuguhi StandUp-rap. Yang lahir, dan dipopulerkan oleh komunitas StandUpIndo_BDG. Mas Dono, Ubed, Luaposeh, dan lain-lain, melakukannya hari itu.

Pukul dua lebih sedikit, saya dan ribuan penonton lain berbaris rapih, memasuki venue, yang bentuknya menyerupai stadion. Sementara setting panggungnya, menyerupai pentas pertunjukan teater, dengan tiga buah giant screen yang dibingkai pigura, dan sebuah standmic di tengah panggung.

Sebelum acara dimulai, duo Comic Malang, Kukuh  dan Luaposeh memberi pemanasan dengan membaca peraturan-peraturan selama acara berlangsung. Tak lama setelah itu, Sakti Wawan @sakti_wawan212 yang didaulat sebagai MC, menyapa penonton dengan sambutan yang meriah.
#SUCROS2MLG hari itu, dibagi menjadi dua sesi. Line Up Sesi pertama, ada Rama @Rama_Goesti @StandUpIndoMLG, Fandi @feazturium dari @StandUp_JBG, Tio @tio_superHERO dari @StandUpIndo_KDR, Yansa @yansa_dap dari @StandUpIndo_BWI, Rojil @rozil_ROZIL dari @StandUpIndo_LMJ, Gagang @GagangRamadhan dari @StandUpIndo_JBR, Sofyan @sofyanmifta dari @StandUpIndo_MN, Valent dari @StandUpBKL_MDR, Syahdam @Syahdam dari @StandUpIndo_SBY, dan yang terakhir, Ulwan @Ulwanfakhri dari @StandUpIndo_MLG.

Saya lupa, materi-materi apa saja yang mereka bawakan ketika itu. Yang jelas, mereka semua lucu. Tapi yang paling saya inget dan saya suka, adalah penampilan Fandi. Comic Jombang yang tampil dengan persona  mabok . Aneh, tapi tetap lucu. Awalnya, saya kira dia penonton biasa, seperti saya. Karena sebelum memasuki venue, saya sempat melihatnya tidur di dekat tangga, diantara orang yang lalu-lalang. (Semoga saya tak salah orang).

Sesi 1berakhir sekitar pukul 17.27 (menurut jam saya). Beruntung, saat itu saya sedang dapat bonus bebas ibadah dari Tuhan. Sementara yang lain sholat, saya sibuk mencari tempat yang lebih strategis untuk kami tempati, dan lebih dekat dengan stage.

Pukul 18.45, penonton kembali diarahkan untuk segera memasuki venue, karena acara akan segera dilanjutkan. Wawan Saktiawan kembali menyapa penonton, dengan sambutan yang semakin menggila.  

Line Up Sesi 2, ada Muslim @TretanMuslim, Yudit @semanggipedes,Dono @donooo182, Pak Pulung @Pul_lung, Mbak Yuli @Yuli_Queen, Karjo @Karjokarjo,Mas Gigis @deddygigis, Topenk @topenk_enk, Arif @arif_alfiansyah, Reggy Hasibuan @Regzindahood, Dodit @Dodit_Mulyanto, dan Abdur @abdurarssyad.

Entah sudah melewatkan berapa banyak shownya Muslim, malam itu, untuk perama kalinya saya melihat Laki-laki asli Madura itu membawakan materi yang agak absurd. Misalnya, tentang pocong yang mati dua kali luar angkasa. Mas Yudhit  membuka penampilannya dengan nama-nama baptis yang dibuat keren, padahal aslinya ndeso. Dilanjutkan Dono sempat meramaikan Graha Cakrawala. Karena keberaniannya membawa atribut Bonek di bumi Arema.  Hal itu dilakukan, karena Ia  ingin dua kubu rival itu bisa berdamai, melalui StandUpComedy. Tapi misinya kurang berhasil, karena ada beberapa pihak yang tak setuju. Bahkan sempat ramai di twitter. Sementara Pak Pulung membawa materi tentang kebodohan anak-anak yang mencontek saat ujian. Hal itu membuat saya mikir dua kali untuk mencontek saat ujian. :) 

Mbak Yuli membawa pesan, bahwa perempuan hamil itu seksi. Dilanjutkan Karjo, Comic asal Surabaya yang membuka shownya dengan bunyi klakson angkot-angkot di Malang, tentang daerah rumahnya yang jauh dari kearamaian kota, sehingga jarang dilewati angkot, dan beberapa lainnya. Beberapa bit terus dilempar, dan dilahap empuk oleh penonton. Tepuk tangan juga terus meramaikan penampilannya. Hingga bit terakhir dilempar, memecahkan seluruh tawa malam itu. Ribuan orang berdiri, memberi Standing applause atas penampilannya yang luar biasa.

Mas Gigis, Comic senior yang juga asal Surabaya, malam itu membawakan materi tentang Mahabharata. Setelah itu, giliran Topenk, alumni SUCI 2 Kompas TV, dengan  materi “Zinah lebih baik daripada Ghibah”. Lalu Arif, pecah dengan  materi simbal, yang pernah dibawakan di #SUCROS2JBR. Dan closingnya benar-benar membuat saya kaget. Entah kekuatan apa yang dipakai, sampai bisa merobek baju, dan celana jeansnya. Hingga tinggal sempak gemes yang menempel dibadannya. Reggy Hasibuan, yang disebut Founding Father StandUpIndo_MLG i, tampil cerdas dengan bahasa Inggris full. Sementara Dodit, saya lupa, dia menyampaikan apa. Hehe...

Dan yang terakhir, Abdur. Si anak Lamakera ini benar2 sadis. Lelucon yang disampaikan Abdur, umumnya tentang fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat. Atau, keresahan-keresahan yang dilihatnya tentang realita sosial, namun dikemas menjadi sesuatu yang cerdas dan tidak biasa. Menghibur sekaligus mencerahkan. Jenaka tanpa harus melupakan persoalan bangsa. Untuk pertama kali, saya melihat ada orang orasi, sekaligus StandUp. Logika yang dibawanya, tentang kenaikan harga BBM, ketika harga minyak dunia sedang turun, dengan alisan pengalihan subsidi, membuat semua orang paham, bahwa dalam memmbuat kebijakan, pemerintah seharusnya memakai banyak sekali pertimbangan.

#SUCROS2MLG Berakhir indah, dengan gemuruh tepuk tangan yang memenuhi Graha Cakrawala. 3.500 penonton malam itu menjadi saksi, betapa dahsyatnya kekuatan Comic-comic Jatim. Juga menjadi bukti, bahwa gerakan StandUp Comedy Jawtim, tidak main-main. #SUCROS2MLG tentu memiliki sumbangan yang besar arti dan nilainya bagi perjalanan sejarah StandUp Comedy Indonesia.

-          Terimakasih Stand Up Indo Jawa Timur, khususnya StandUpIndo Malang, untuk acaranya yang begitu menyenangkan. #JATIMISOOO!!!!!

-          Hormat saya untuk  @Wawan_Saktiawan, MC ajaib yang selalu membangkitkan tawa penonton, selama tujuh jam. #Peeeehhh!!!

Apa yang membuat kita bermimpi? ketika tak henti jam dinding berdetak. “You may say, I am a dreamer,” kata John Lennon. Tidak untuk menaklukkan dunia, tapi cukup bagian kecil saja. Setidaknya saya ikut berbahagia melihat mimpi dari dari teman-teman Stand Up Indo Jawa Timur, sedikit-demi sedikit mulai terwujud.

Dan apa yg telah teman-teman Stand Up Indo Jatim lakukan, sungguh sebuah class action yg tidak bisa di pandang sebelah mata. Semoga selalu Semangat diantara mereka yg terlelap.
Setelah John Lennon siapa lagi?

kental sekali batok kepala ini menggerayang.

VIVA LA KOMTUNG!!!

*Note: Kalimat terakhir, juga pernah saya sampaikan ketika @StandUpIndo_JBR sukses menyelenggarakan #SUN2 beberapa waktu lalu.
Jember, 26 Nopember 2014
Saya, penikmat Stand Up Comedy :)


Repost #12mei13

Melihat Munir dalam sebuah lakon

Selamat pagi, mohon ijinkan aku bercerita tentang Negeri yang ku cintai tapi tak pernah mampu ku mengerti

Dulu ketika kami demonstrasi, kalian ambil bedil dan kami kalian tembaki, kalian bicara d
i koran, radio dan telivisi mencaci maki kami, rotan kalian tak letih merajam tubuh kami, tongkat setrum kalian memanggang hangus kulit kami, gas air mata kalian merusak paru-paru kami...

Ketika perjuangan kami berhasil menumbangkan Tirani yang kalian bela, tiba-tiba kalian yang bergembira, muncul mengisi halaman media menjadi pahlawan yang paling berjasa. Lalu kalian bicara tentang Demokrasi, tentang nilai-nilai keadilan, kebenaran.... Tentang semua yang dulu kalian haramkan.

Tuan dan Nyonya, mungkin kalian punya uang yang bisa membeli halaman muka semua media. Kalian punya uang untuk tampil sumringah seolah tak berdosa bahkan paling berjasa. Tapi jangan lupa Tuan dan Nyonya, anyir darah kawan-kawan kami tak akan pernah hilang dari hidung kami... Tak akan hilang walau kau muncul setiap hari dimedia apapun. Kejahatan kalian tak akan hilang walau kalian memborong iklan.

Tuan dan Nyonya, engkau mungkin bisa membohongi beberapa orang untuk beberapa waktu, tapi engkau tak akan pernah bisa membohongi semua orang untuk selamanya!

Tulisan ini aku buat untuk 4 mahasiswa yg gugur di Trisakti, 9 gugur di semanggi, 2 gugur di Lampung, 1 gugur di Palembang, 2 gugur di Sumatera Utara...

Tulisan ini aku buat untuk Marsinah dan mahasiswa yg gugur dlm April Makasar berdarah...

Tulisan ini aku buat untuk mereka yg di culik dan tak kembali, untuk mereka yang berjuang dengan gagah berani....

Aku masih ingat dan tak akan lupa.

Sepenggal surat yang pernah ditulis Adian Natipulu, seorang aktivis Forum Kota yang kini menjadi Sekretaris Jenderal Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98). Sebuah “wacana romantis” tentang militerisme, kejahatan HAM dan kematian bagi bangsa sendiri.

Sementara itu, bertepatan dengan 15 tahun reformasi, wacana diatas diangkat oleh teater dari Madrasah Aliah Maarif Ambulu (MAMA), dalam lakon berjudul Peradilan Sukma yang dipentaskan pada kamis, (12-05-2013). Dalam rangka lomba teater tingkat SMA se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia (IMASIND) Fakultas Sastra Universitas Jember (FS-UJ).

Pendeknya, dalam durasi sekitar 15 menit, lakon ini bertutur tentang kasus Timor-Timor, kejahatan HAM, tragedi Trisakti-Semanggi 1998, Korupsi, dan kasus besar lain yang tak terselesaikan di negeri ini. Persoalan kemanusiaan memang tak lepas dari tanggung jawab pemerintah, yang seringkali menjadikan rakyat sebagai korban, demi mencapai tujuan sakti” mereka. Oleh karena itu, dengan menghadirkan unsur-unsur mengerikan, dan gambaran penderitaan berkepanjangan yang harus dihadapi oleh korban-korban ketidak-adilan, lakon ini mengajak kita melihat potret sebuah "kejahatan sejarah". Penegak hukum yang seharusnya melindungi, justru memilih menjadi pelayan bodoh yang hanya melayani kehendak penguasa.

Pentas

Sebuah lampu pangung menyorot dua orang lelaki setengah telanjang, yang menari mengelilingi panggung. Seorang perempuan bertudung kain berwarna merah bersimpuh diam ditengah-tengah panggung dengan palu besar ditangannya. Seorang yang lain berdiri dibagian belakang panggung memikul sebuah timbangan, (penggambaran dewi keadilan).

Sebuah erangan panjang mengiringi munculnya seoarang lelaki tua penggambaran“Sang Jendral” yang siap dimintai pertanggung jawaban oleh “mereka” yang terkait dengan isu-isu kejahatan HAM. Sebagai sebuah mozaik, kemunculan Bella, dan dua mantan ajudan yang dulu kerap dijadikan alat untuk untuk melakukan aksi heroik, menambah kematangan lakon dengan kostum militer yang lusuh, dan make-up pucat.

Kompilasi antara teater, tari, puisi, ketukan djimbey, dan nyanyian-nayian pilu disepanjang pementasan ini, membuat kuduk merinding. Pun, setting panggung yang apik membuatnya tampak sempurna.

Peradilan Sukma semakin terwujud dengan kemunculan “sosok” Marsinah, Wiji Thukul, beberapa korban tragedi Semanggi, dan Munir, aktivis Kontras yang dibunuh pada tanggal 7 September 2004, saat dalam perjalanan ke Belanda. Sosok-sosok itu mengitari tubuh “Sang Jendral” yang meringkuk pasrah. Suasana semakin tegang, dengan suara-suara berbau kematian yang siap mengantar tubuh Sang Jendral pada ajalnya. Teriakan itu terus didengungkan hingga tubuh Sang Jendral luruh, beku dan terkapar ditengah panggung. Lakon berakhir, menyisakan nafas yang tertahan didada saya. Mengingat kasus-kasus serius yang dengan sengaja diabaikan oleh para penegak hukum. SBY yang harusnya ikut bertanggung jawab justru tak pernah membantu apa-apa, dengan alasan tak tahu menahu atas kasus ini. Duh!

Di balik layar

Selepas Peradilan Sukma, yang ada dibenak saya hanyalah, saya ingin ngobrol dengan salah satu dari pemain teater ini. Terlebih jika saya bisa ngobrol langsung dengan pelatihnya. Tapi karena ada kelas, saya mesti buru-buru cabut. Sepanjang perjalanan ke kelas, yang hanya sepelemparan batu dari Aula, saya tak bisa menghindarkan pikiran dari lakon yang cukup menunjukkan keseriusan penggarapan naskah dan kematangan para pemainnya itu.

Dan beruntung, dosen saya yang memang hobby telat itu, belum datang. Sayapun cepat-cepat berlari keluar kelas, memburu sang pelatih tetater. Tak lama, akhirnya saya bertemu dengan dua orang sekaligus. Uus, pemeran Bella, dan Khairul Anam sang pelatih, yang menurut saya telah sukses menampilkan sebuah karya yang keren, dan berani. “Paling nggak, dengan ini kami mengajak penonton untuk cerdas membaca kondisi sosial yang ada, dari pada mentasin cerita cinta, kami mencoba membuat dobrakan aja”.

Selain itu, menurut lelaki bertubuh tinngi ini, mereka telah berlatih selama 6 bulan, karena produksi basic keaktoran bukan hanya untuk sebuah pementasan, tapi sebagai basic dasar anak-anak untuk belajar teater. “Membuat sebuah pementasan itu tak semudah yang orang-orang bayangkan. Karena setiap peran yan mereka mainkan, harus dipetangggung jawabkan. Dan kami mencoba memupuk rasa tanggung jawab itu pada anak-anak didik kami”.

Khairul Anam sendiri, mulai belajar basic keaktoran sejak sekolah di MAN 1 Jember. “Sejak itu, saya dikenalkan pada seorang seniman dan budayawan Jember, Gus Oong. Di sana saya belajar bagaimana menjadi aktor yang baik. Selain itu, saya juga belajar banyak tentang teater dari ayah”. Katanya lagi.
“Seorang pemain yang baik, bukan hanya mampu tampil didepan orang banyak, tapi bagaimana hal itu tertanam dari dalam diri”, katanya menutup obrolan.


Terlepas dari semua itu, lakon ini akhirnya berhasil menjadi juara, setelah bersaing ketat dengan SMAN 2 Lumajang dengan lakon “Kisah Negeriku”, dan SMAN 4 Jember yang menampilkan lakon”Malam Jahanam” karya Motinggo Busye. Pekan Raya IMASIND yang diselenggarakan di Aula FS-UJ ini menghadirkan bakat-bakat luar biasa dari 12 peserta lainnya. Uus, pemeran Bella mengaku bangga karena berhasil menampilkan yang terbaik untuk sekolahnya. “awalanya sih deg-degan, tapi akhirnya lega dan seneng banget”, katanya di sela-sela obrolan singkat saya dengannya di depan ruang 3 FS-UJ.
Tentang #SUN2 Jember

Kabar tentang acara Stand Up Nite 2 (Selanjutnya #SUN2) Stand Up Comedy Jember (@StandUpIndo_JBR) saya dapat ketika acara Stand Up Comedy Tour WrongWay 8 Maret lalu. Saat itu, teman-teman komunitas @StandUpIndo_JBR mengumumkan akan ada #SUN2 pada tanggal 19 April 2014, yang akan dimeriahkan oleh Mongol, Muslim, dan Awwe. Saya senang mendengarnya. Keren nih, ada Awwe dan Mongol, batin saya,”. Yang jelas #SUN2 langsung masuk deretan acara wajib tonton.


Seiring berjalannya waktu, teman-teman @StandUpIndo_JBR lalu memberi kami kejutan. Acara #SUN2 diberi varian Pemilihan Comic Lucu (PEMILU) yang dibagi menjadi tiga kandidat Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres dan Cawapres). Dengan pengisi acara, Dono (donooo182) comic asal Surabaya yang juga  pernah tampil di Stand Up Comedy Tour Satu Bangsa Dalam Tawa (#SBDT) Jember, Mongol (mongol_stress) Comic asal Manado yang dikenal sebagai pakar KW, dan Langit (@langitbikull) Comic lokal yang sudah sering mengisi acara di luar Jember. Walaupun ada perubahan, hal itu tak berpengaruh buat saya. Saya memesan lima tiket VIP, dan dua ticket reguler.

 


Meet and Greet

Akhirnya, hari yang ditunggu datang juga. Kami yang memesan tiket VIP mendapat kesempatan untuk mengikuti meet and greet. Beberapa hari sebelumya, saya sempat menyiapkan sebuah handmade untuk mas Dono. Yang kemudian tak jadi saya berikan, karena karya kecil saya remuk, terinjak oleh seorang teman, beberapa saat sebelum berangkat meet and greet. Dan tentu saja, tak ada waktu untuk memperbaikinya. Sedih, dan kesal, iya. Karena saya sudah menyiapkannya jauh-jauh hari.

Hari itu Saya berangkat bersama Dika, seorang teman yang juga penikmat Stand Up Comedy. Tapi nyatanya, pukul 14.40 WIB Radio Cafe masih sepi. Saya lalu mengintip ke dalam. Ternyata disana sudah ada beberapa panitia. Gemilang, salah satunya. Menurut dia, acara baru dimulai pukul 15.00 WIB. Tak apalah, menunggu 20 menit untuk Mongol dan Dono.


Pukul 15.00 WIB, Mongol muncul dengan kaos biru tua, celana kotak-kotak pink-biru selutut, dan sebuah cicin berbentuk bunga. Benar saja, Jeng Mongol (begitu dia minta dipanggil) hehe. langsung menjadi mood buster. Saya tak berhenti ketawa mendengar celotehnya. Saya bahkan sempat ngobrol, dan bertanya tentang bagaimana keseharian seorang Mongol. Sementara Mas Dono tak juga muncul. Entah, saya tak sempat bertanya. Kurang dari satu jam, Mongol terpaksa pergi, karena harus wawancara dengan radio Kiss FM. Acara dilanjutkan dengan tanya-jawab bersama anggota komunitas @StandUpIndo_JBR.
Meet and greet @Radiocafe



#StandUpNite2

18.37 WIB, penonton sudah membludak. Sambil menunggu gate dibuka, saya ngobrol dengan beberapa teman, diantaranya, Dika, Mas Ve, mbak Amel, Iza, Renika, Mbak Novi, dan Elok.

19.00 WIB, gate dibuka. (lewat jadwal seharusnya). Saya yang membeli tiket VIP mendapat kursi paling depan.

19.05 WIB, setelah kursi-kursi terisi, ada voice over yang mengumumkan peraturan-peraturan selama acara berlangsung.

Acara malam itu menjadi semakin spesial dengan adanya upacara tiup lilin, sebagai simbol bertambahnya usia komunitas StandUpIndoJember menjadi dua tahun. Seperti balita yang lagi lucu-lucunya, semoga selalu lucu, dan berkembang.   

 Dirgahayu @StandUpIndo_JBR!!!!



Acaradilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Namun sayang, kurang hikmat dan sedikit berantakan diawal, karena tak ada yang memandu. 

Pukul 19.20, Lampu tiba-tiba dimatikan, berganti spotlight yang memperlihatkan sesosok manusia berjubah hitam. Dengan diiringi sound effect yang keren, perlahan-lahan, jubah itu dibukanya. Dan ternyata, sosok itu adalah Rizky @Rizky_Z Comic Idola saya di StandUpIndoJember. Saya kira, dia akan melakukan pertunjukan teaterikal yang serius. Tapi ternyata, Mahasiswa psikologi yang biasa dipanggil bibir itu memberi kami kejutan dengan tari salsa ala Maria Marsedes. Seperti yang pernah dilakukan @ilhamsyah di #SBDT desember lalu. Tawa dan tepuk tangan penonton pun, segera memenuhi ruangan. Seperti biasa, Rizky menjadi pemandu acara.

@Rizky_Z, MC paling gila yang pernah saya temui



Jas hitam, dasi kupu-kupu, gerak badannya, dan celotehan-celotehannya yang lucu membuat tawa penonton tak henti terdengar. Malam itu, kedua orang tua Rizky juga hadir di tengah-tengah kami. Mereka duduk tepat dibelakang saya. Saya bahkan sempat  bertanya akan kebenaran cerita Rizky tentang keluarga yang sering dibawa melalui materi-materi Stand Upnya.  Misal, tentang kekhawatiran bapaknya, jika Flashdisk tak ditutup, bisa terkena virus. Ketika saya bertanya, Bapaknya pun mengiyakan. Goookiiilll!

#PEMILU

Sekitar pukul 19.30 WIB, sebuah big screen menampilkan video tentang konsep #PEMILU yang diusung oleh teman-teman StandUpIndoJember, yang dilanjutkan dengan perkenalan satu-persatu tiga kandidat Capres dan Cawapresnya. Dengan tepuk tangan penonton yang sudah tak sabar melihat penampilan mereka.

Mereka adalah,.....

Kandidat 1 Roy @bukanroy dan Hamim @muhaemuhae
Kandidat 2 Siro @Siro_gane dan Adit @SAM_Dexel
Kandidat 3 Gagang @gagangramadhan  dan Al @masyalulwan.

Kandidat Capres-Cawapres


Masing-masing kandidat tampil sekitar 10 menit, dengan bit, atau materi-materi ringan dan menghibur. diangkat dari hal-hal yang kecil yang seringkali luput dari pikiran kita. Roy, dengan bit kaos couple bargambar orang kencing, Hamim dengan ekskul sekolah islamnya, Siro, dengan video bokep anggota DPR, Adit dengan buku elektronik, Gagang dengan pisuhan bahasa Inggris, dan Al dengan maling pulpennya. Semuanya lucu, dan layak dipilih. Setelah tampil, mereka-pun turun panggung, sambil menunggu hasil perhitungan suara.

(Malam itu, panitia sengaja membagikan paku dan tiket bergambar wajah masing-masing kandidat Capres dan Cawapres) untuk memilih kandidat paling lucu.
Pukul 20.55, satu dari tiga bintang utama malam itu akhirnya muncul. Tepuk tangan penonton mengiringi langkah laki-laki berwajah kotak itu. Terlebih, kekasih dan Calon Mertuanya turut hadir menyaksikan Ia tampil. Betapa bahagianya Mas Langit malam itu.

Dan seperti biasa, Ia membawakan materi tentang rumahnya yang besar, surat tanah, hingga blue material. Lelaki yang disebut-sebut mirip J-Flow itu benar-benar kampret! Walaupun materinya sudah sering saya dengar, tapi tetap bikin ngakak.

@langitbikull dalam aksinya


Mas Langit sukses memecah tawa penonton. Pembawaannya yang santai membuat penonton semakin senang, dan tertawa bahagia, sampai Ia menyelesaikan keseluruhan set nya.

Lampu kembali redup, berganti spotlight dan riuh tepuk tangan penonton, yang sejak tadi sudah tak sabar menyambut Mahluk Super Keren, dari Surabaya itu.
Siapa lagi kalau bukan, Donoooo!!!!!
Langkah kakinya beriringan dengan senyum yang ia lempar kehadapan penonton. Dengan kaos hitam, jaket, dan celana jeans serta sepatu vans merah, ia terlihat siap menjalankan tugasnya. Tepuk tangan dan teriakan-teriakan segera memenuhi gedung itu. Tentu saja, semuanya berasal dari ratusan kaum hawa. Laki-laki bernama lengkap Adiya Rahman Pradana ini memang digilai banyak perempuan, saya salah satunya. Tampangnya kece. Nicholas Saputra mah, lewat! Hehehe

@donooo182 saat “membius” penonton


Ia memulai shownya dengan bit tentang Ulang tahunnya yang dirayakan bersama ibu-ibu pengajian.  Dilajutkan dengan bit tentang tidak enaknya menjadi anak pertama. Sorakan penonton begitu keras terdengar ketika ia melempar bit tentang prostitusi yang sama sekali tak terdengar rasis. Justru menambah ilmu, dan tetap lucu pastinya. Juga tentang nasib Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang belakangan semakin memprihatinkan. Sungguh lelah rahang dan tenggorokan saya karena materi-materinya. Bahasanya yang nakal, dengan logat  Surabaya yang kental, menjadi ciri khasnya. Sama seperti Mas Langit, dan Setyawan Yogi, comic Samarinda yang juga terkenal “rusuh”. Dan menurut saya, hal itu justru menambah kesan seksi. Entah kenapa, saya semakin suka, ketika Dono mengumpat, Anjing, Djancuk, ataupun yang lain. Tapi malam itu saya merasa Mas Dono sedikit sopan. Tak seperti ketika #SBDT. Yang full kampret materinya. hehe

Beberapa bit terus Ia lempar, dan penonton melahapnya dengan empuk. Tentang kucing, kecoak, ceweknya yang manja, acara TV. Dan terakhir Ia memecahkan tawa dengan bit tentang Si unyil. Dono memberi kejutan dengan mengenakan kopyah, dan sarung ala Unyil.

Dan bit yang paling saya ingat adalah tentang ulang tahun Dono yang dirayakan Ibunya, bersama teman-teman pengajiannya. Juga tentang  Sinetron tendangan Si Madun yang absurd, hingga membuat Jackie Chan jadi Mualaf. Faaakkk, gokiil!!!

@donooo dalam kostum si Unyil


Dan jreeng-jreeenggg...

Dengan lantang, Rizky memanggil comic  yang dikenal sebagai pakar pakar KW itu.

“Kita sambut, ini dia Mongooolll,”!!!!.

Diiringi lagu posesif dari Naif, antusiasme penonton begitu memukau ketika Mongol menaiki panggung.

Tiga tahun menggeluti dunia Stand Up Comedy, materinya tak pernah luput dari cerita-cerita, dan kehidupan kaum homo. Terkadang juga berkaitan dengan agama. Dan malam itu, Mongol membuka shownya dengan bit tentang alat kelamin, dan cerita perjalanan panjangnya dari Jakarta ke Jember.

 “Yang paling ngenes lagi coy, Gue tadi dari Jakarta, naik Pesawat Sriwijaya Air. Nyampe di Malang, Gue tanya, perjalanan berapa jam nih? Ah, paling dua jam an lebih bang, katanya. Trnyata empat jam.  Lu bayangin, Gue dari Jakarta masuk Kristen, nyampe disini gua jadi Muslim. Coy, Gue dari Jakarta ke Malang baca Alkitab. Ya ampun dari Malang ampe kesini, Gue pinjem AlQuran. Lama! Katanya. 

Aaakkk cucok kali Om @mongol_stress satu ini. 


Seketika saya dan penonton lainnya tak bisa berhenti tertawa. Setelah itu dilanjutkan dengan bit tentang buang air besar di pesawat, mengalir ke bit tentang agama, koteka, nyamuk Muslim Papua, hingga khotbah pendeta alay di penjara Cipinang. Dan semuanya pecah!

Mongol bahkan sempat  meriffing beberapa penonton laki-laki, dengan mengajak mereka ke panggung, untuk di test kejantanan. Rahang saya pegal, karena terlalu banyak tertawa.

Sekitar pukul 22. 55, seluruh pengisi acara #SUN2 naik keatas panggung. Untuk ikut menjadi saksi pemenang kandidat Capres-Cawapres. Dan ternyata Kandidat No 3 lah yang paling berhasil merebut hati penonton. Terbukti dengan tingginya presentase suara yang mereka dapatkan dari hasil pencoblosan.

Selamat GAGANG dan AL!!! J
Acara berlanjut dengan pengundian doorprize berhadiah sepatu, jam tangan, dan kaos dari Kikik The Branded @KTB_ID.  Dan tanpa disangka, saya menjadi salahsatu orang yang beruntung, mendapat kaos Nike berwarna biru. Namun sayang tak bisa saya pakai sendiri, karena ukurannya yang sangat besar.  Dan yang paling penting dan tak terlupakan adalah, ketika Mas Dono memegang tangan saya,  membawa saya keliling panggung, lalu dibawa turun lagi. Walaupun sempat dikerjain, tak apalah, yang penting tangan saya diandeng Mas Dono. Hehee Malam itu saya benar-benar bahagia, melepas segala macam kepenatan bersama mereka.

Ucapan terimakasih, dari para penampil, disambut tepuk tangan heboh, dari kami.

Terimakasih Stand Up Indo Jember, untuk acaranya yang begitu menyenangkan

Apa yang membuat kita bermimpi? ketika tak henti jam dinding berdetak. “You may say, I am a dreamer,” kata John Lennon. Tidak untuk menaklukkan dunia, tapi cukup bagian kecil saja. Setidaknya saya ikut berbahagia melihat mimpi dari dari teman-teman Stand Up Indo Jember sedikit-demi sedikit mulai terwujud.

Dan apa yg telah telah teman-teman Stand Up Indo Jember lakukan, sungguh sebuah class action yg tidak bisa di pandang sebelah mata. Semoga selalu Semangat diantara mereka yg terlelap.

Setelah John Lennon siapa lagi?

kental sekali batok kepala ini menggerayang.

menurut catatan saya, yang perlu diperbaiki malam itu hanya pada waktu yang sedikit molor, serta (mungkin) kurangnya kordinasi antar panitia, sehingga terjadi kesalahan saat pengumpulan kertas suara. 

VIVA LA KOMTUNG!!!

Dan ini dia foto-foto Keren malam itu.

Abang @donooo182, Mahluk tuhan paling keceh, lucu, dan tampan!









Om @mongol_stress, sang pakar KW Internasional J


@Rizky_Z, Comic Idola yang absurd dan sepertinya punya gangguan jiwa 


@Siro_gane si Capres gagal. (Semoga nggak depresi). hehehehe




@muhaemuhae, Adeknya Fandi Bakri J



@bukanroy, tapi Roy???