• home

Happy Birthday StandUpIndo Jember
I am so happy...

Bahkan sampe sekarang, saya merasa belum percaya kalau acara itu udah berakhir.

Begini nih yang bikin nggak enak kalo acara yang kita tunggu lama, nyatanya udah lewat.

Pertama-tama dan paling utama, mau ngucapin Happy 4th Anniversary buat Stand Up Indo Jember. Panjang Umur, semakin keren, semakin berkualitas dan lucu, bisa tembus SUCI Kompas TV, walaupun kata Dzawin, jangan jadikan TV sebagai tujuan utama.

Tapi seenggaknya, masuk Kompas adalah pembuktian kalau Stand Up Indo Jember juga layak diperhitungkan. Semoga selalu diberikan augerah sense of humor yang tajam. Biar selalu bisa bikin orang ketawa.

Jika dihitung ke belakang, Ini ke tiga kali nya saya nonton Stand Up Nite #SUN nya Stand Up Indo Jember. Dari #SUN2 yang datengin Mongol sama Mas Dono, #SUN3 Dodit sama Praz Teguh, dan sekarang datengin juara 1 dan 3 SUCI 4, David dan Dzawin.
***
Saya inget, sekitar awal Februari lalu, kabar-kabar tentang #SUN4 ini sudah menyebar lewat broadcast blackberry massanger yang dikirim anak-anak Stand Up Indo Jember. Saya langsung mengontak temen-temen sesama penikmat Stand Up Comedy untuk ikutan nonton. Singkat cerita, Saya, Dika, Iza, Virli, Divi dan temannnya, sepakat untuk memesan ticket VIP. Sementara Af, Lita, Zizah, Gita, dan Husnah (tapi akhirnya gagal nonton) memesan ticket reguler. Total saya memesan 7 ticket VIP, dan dan 5 ticket reguler. Seperti biasa, saya didaulat sebagai pemesan ticket.

Sekitar pertengahan Februari, saya mencoba mengontak Rama, dan membujuknya agar saya bisa memesan ticket terlebih dahulu, tapi bayarnya belakangan. Nggak enak sebenernya. Tapi masalahnya saya masih KKN di Bondowoso, dan belum bisa pulang ke Jember. Akhirnya Rama mau menerima alasan saya. Dengan catatan, begitu kelar KKN, saya harus segera melunasinya. Agar ticket nggak di lempar pada yang lain.
***
Kelar KKN, saya mengontak Rama kembali, untuk pembayaran. Tapi nggak semua ticket saya beli di Rama. Saya hanya membeli ticket VIP darinya. 4 ticket reguler dari Sofi, dan 1 ticket lagi dari Rizky.

9 April saya tunggu dengan penuh ke-tidak sabar-an. Nggak sabar buat ketemu Aa Dzawin, Bang David, dan seorang mystery guest yang ternyata Mas Dono.

Sembari menunggu, sesekali saya habiskan waktu untuk bikin handmade untuk mereka. Dari bahan sederhana, dan murah.
***
Hari-hari berlalu.....
***
Malam menjelang 9 april, saya bahkan sulit tidur, karena terus kepikiran. Dan sedih, nggak sempet bikin sesuatu buat Bang David.

Meet and Greet
Akhirnya, hari itu datang juga. 9 april 2016, Pukul 13. 45, saya berangkat ke Hotel Royal untuk Meet and Greet, dan janjian ketemu dengan yang lain di tempat. Karena semua ticket ada pada saya.

Setelah menunggu beberapa menit, acara pun dimulai, dengan dipandu oleh Comic kebanggaan Jember, Rizky. Saya Cuma bisa melongo, begitu Bang David dan Aa Dzawin dateng. Bang David rapih, ganteng dan bersinar dengan kaos orange dari Biru Daun, sementara Aa Dzawin terlihat kurang tidur, atau bahkan belum mandi, karena rambutnya yang acak-acakan. Tapi tetep keliatan manis, dengan kaos abu-abu yang juga dari Biru Daun. Begitu juga Mas Dono yang datang belakangan, sesekali Ia digoda terkait keikut sertaannya di ajang Stand Up Comedy Academy (SUCA) Indosiar yang kerap dibanding-bandingkan dengan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV. Mas Dono nggak pernah bikin saya bosan. Bahkan di kali ke delapan saya bertemu dengannya. 

Sayapun dikasi kesempatan bertanya pada Aa Dzawin, terkait keputusan nya berbelok dari Aktivis Kampus, menjadi comic. Jawaban yang bikin saya sedikit mengernyitkan dahi, terkait kehidupan berorganisasi di kampus nya. Rupanya Dzawin (entah mantan) atau (masih) Aktivis IMM, Rizky lalu mengaku bahwa dia anak BEM, dan anggota HMI. Saya pengen bilang juga sih, kalau saya PMII. Tapi itu tak penting, karena tujuan utama saya hanya pengen ngobrol sama Dzawin. Saya tertawa, begitu Dzawin bilang “Bahkan alumni yang udah tua, masih datang ke kampus buat ngurusin PMII”. Nah, bagian itu yang sering saya lihat di kampus. Golongan-golongan tua yang masih ngurusin hal yang bukan lagi urusannya. Hal ini lah yang serinkali menimbulkan perpecahan antar kubu organisasi. Utamanya Organisasi ekstra (Duh, malah ngomongin ini). Oia, Handmade yang saya buat, akhir-nya sampai di tangan Dzawin. Semoga dia suka J







Meet and Greet pun berkahir. Kami foto-foto, dan selfie. Sayangnya, saya Cuma bisa ngasi sekuntum mawar putih buat bang David. Maafkan saya bang! Saya janji akan ngasi yang lain, jika ketemu lagi nanti. J Diakhir acara, Aa Dzawin sempet bilang, bahwa yang paling penting, penonton open mic, harus open mind!  

Talk session was so funny and great. Bang David and Aa Dzawin did a lot in that part. They are  amazing.
***
MALAM  ANUGERAH #SUN4JBR

I wanted to say this as another-dreams-come-true. I am the one of a lucky fan who got to go and watch Aa Dzawin, dan Bang David for the first time in Jember. Beberapa waktu lalu, David, Abdur, dan Dzawin start their own Stand Up Comedy tour, called Rule of three Tour. Dan Jember nggak menjadi bagian dari kota yang mereka kunjungi.

Para penonton, yang mungkin sebagian datang dari fans Dzawin atau David, sudah mulai meramaikan pintu masuk Hall Royal Hotel, sejak pukul 17. 30. Sambil menunggu mulainya acara, kami disuguhi musik dan video pendek yang menggambarkan konsep acara malam itu. 

Jam menunjukkan pukul tujuh malam, ketika akhirnya ketiga MC gokil (Mas Nyong, Rizky, dan Mas Langit) masuk venue untuk memandu jalannya pesta ulang tahun Kumunitas Stand Up Comedy Jember yang ke 4 tersebut. 

Konsep acara pada malam itu adalah malam anugerah Stand Up Comedy Jember. So, setiap Opener, dipresent dengan cara yang unik. Seakan-akan mereka adalah peraih sebuah award. Pembaca nominasinya juga dibuat beda. Mas Nyong dan Rizky bergantian impersonate beberapa tokoh fenomenal, seperti Chef Juna, Limbad, Ustadz Maulana, Dodit Mulyanto, Rhoma Irama, dan Tukul Arwana. Kelucuan mereka tak usah diraukan lagi. mereka Gila. Apapun yang mereka ucap dan lakukan, semuanya mengundang tawa penonton. 










Dan malam itu, Gemilang menjadi penampil pertama. Ia mendapat award sebagai Duta kuliner. Gemilang pecah dengan materi Ice Cream Miyami yang diplesetkan jadi Miyabi, juga tentang ayam goreng Jl. Jawa yang terlalu banyak tepung, sehingga besar dagingnya hanya sebesar tahi lalat. Meminjam jargon KFC “Jagonya ayam”, Ia plesetkan lagi jargon ayam goreng Jawa menjadi “Jagonya Tepung”.



Opener ke dua adalah Adit, yang mendapat award sebagai Duta Sarana Prasarana. Materinya yang saya inget hanya tentang fasilitas air Masjid yang Ia sarankan diganti dengan alkohol.


Alan menjadi yang ketiga, Ia mendapat award sebagai Duta Remaja. Di awal, Ia menceritakan kegagalan-nya masuk Akademi Polisi karena tidikan di telinga. Juga materi tentang remaja-remaja yang suka mabuk dengan miras oplosan Alkohol dan Kuku Bima. Logatnya yang khas, membuat Ia terlihat sangat lucu. Entahlah, setiap melihat dia perform, saya langsung inget Babe Cabita. Malam itu Alan tampil keren!


Selanjutnya, Candra mendapat penghargan di bidang Pendidikan. Laki-laki yang disebut founding fathers nya Stand Up Indo Jember ini, tampil pecah dan imut dengan cerita tentang murid-murid bimbingannya, juga celana gemes yang dipakai Mas-mas gay. Penampilannya ditutup dengan act out yang sedikit bikin saya ngeri. Khawatir lehernya patah.


Yang kelima adalah Andre. Ia mendapat penghargaan di bidang Budaya. Andre membahas istilah-istilah dari bahasa Pandalungan yang sering digunakan warga Jember. Seperti (Beh–roh, cek, dan mara). Beberapa materinya pecah. Karena apa yang Ia bawakan sangat dekat dengan kehidupn kami, para penonton. Hanya saja, saya lupa mengingat apa saja yang Ia bawakan.



And the last one adalah Dicky. Dedek-dedek unyu ini mendapat award di bidang Sosial. Ia juga membawakan materi yang juga dekat dengan Budaya Pandalungan. Selain bahasa, Dicky juga membawa materi tentang perbedaan pedagang Jawa dan Madura. Orang Jawa yang cenderung halus, dan Madura yang yang cenderung lebih keras. Walaupun Ia mengeluarkan Kata-kata tabu seperti Pate’ (Anjing dalam bahasa Madura) Ia tetap mendapat sambutan yang meriah dari penonton, tak terkecuali saya. Yess you’re cool dude!


Intinya, Semua Openernya keren!

Setelah mendapat hiburan dari tiga MC tadi, akhirnya line up pertama dipanggil. David yang malam itu dibalut kaus merah dengan blazer hitam, dan celana hitam, akhirnya muncul, diiringi teriakan dan tepuk tangan dari para fans wanita. Cerita tentang kecintaannya pada dangdut membuka penampilannya malam itu. Ia pun tidak malu-malu untuk berjoget. Dilanjutkan dengan cerita perjalanan Surabaya-Jember, yang ternyata satu pesawat dengan Puteri Indonesia, namun mereka tak saling mengenal. Dan hikmah yang bisa diambil menurutnya, bahwa diatas langit masih ada langit. Jadi jangan sombong. Karena ternyata masih banyak yang ada diatas kita. Contohnya aja, ternyata nggak semua orang kenal Bang David, dan nggak semua orang kenal dengan Puteri Indonesia.

Juara 1 SUCI Kompas TV sesi 4 ini lalu membahas tentang kebijakan Ahok yang tebang pilih terkait penggusuran Kalijodo, dilanjut dengan kemacetan Jakarta, sehingga membuatnya ingin membuat rumah di Jember. Pijat plus-plus, dan cerita tentang Nyai yang tak ada habisnya. Entah saya yang ke GR-an atau gimana, selama tampil, saya merasa Mata Bang David selalu terarah ke deretan kursi saya dan teman-teman. Mungkin kami terlihat agressiv. We are not aggressive, but energetic and very enthusiastic Bang. Oh, bagian paling lucu adalah ketika Bang David ngomong djancuk!



Dan terimakasih untuk catatan kecil ini Bang...

Begitu Bang David turun panggung, akhirnya pembawa acara mempersilakan Dzawin untuk mengisi panggung. Dzawin tampil simple dan elegan, degan sweater abu-abu dan celana jeans biru tua. Yup, tepuk tangan Dzawinranger (sebutan untuk fans Dzawin) memecahkan Hotel Royal.

Sebenernya, hampir semua yang Dzawin bawakan malam itu, sudah pernah saya lihat di TV. Tapiii, nonton langsung jauh lebih menyenangkan. Selain bisa melihatnya dari dekat, juga karena nggak ada sensor. Ia membuka penampilan dengan bahasa Jawa yang absurd dengan durasi yang agak panjang. Dan yang paling saya inget, “lampune peteng ngene, ngga ono sing grepe-grepe ora?” luculah pokoknya. Materi tentang Nasib guru honorer, pengalaman-pengalamannya naik gunung, kritik tentang film 5 cm, dan lain-lain, sukses dilahap penonton. Dan Uh, saat Dzawin tiba-tiba adzan, teriakan Dzawinranger kembali pecaaaaahhhhh minta dinikahin. Tapi saking excited-nya, kami lupa merekam suara adzan nya. Dan penyesalan itu masih terasa, sampai tulisan ini dibuat.

Alhamdulillah-nya lagi, saya bisa jepret-jepret, karena duduk di kursi paling depan. Bahagianya nggak bisa digambarkan lagi. kalau kata Iza, I do not fancy you. I addicted you Aa Dzawin.


Panitia tampak tidak bosan-bosannya memberikan kejutan. Mystery guest akhirnya muncul. Sayangnya, tidak banyak yang menangkap bahwa Dzawin bukanlah line up terakhir. Sebagian penonton beranjak keluar dan menyisakan spasi yang semakin luas di dekat panggung. Para penonton yang mengerti akan adanya encore dari Dono, merangsek ke depan untuk dapat melihat comic favoritnya lebih jelas.

Dono masuk ke panggung dengan melontarkan kekecewaannya, ditinggal beberapa penonton. Sepanjang penampilan, Mas Dono membawa materi tentang Mie Kober, dan kasus hilangnya Totok. Asli, itu PECAAAAAHHHHHHHH!!!!! Syiiit Totok gokiil!!!! sebelum ia benar-benar menutup penampilannya malam itu, Ia menyempatkan diri  untuk promosi #SUROBOYOUNDERCOVER. Stand Up Comedy show yang akan Ia pentaskan di pertengahan bulan mei nanti besama Mas Karjo. Katanya juga sih, Stand Up Show terakhir, sebelum nikah dengan Mbak Merel.



Pertunjukan malam itu berakhir pukul 23.30. Dari awal sampe akhir, penonton ketawa ngakak dan memberi apreisasi penuh pada semua performer. Mungkin itu yang bikin para guest star ikut menikmati dan senang. Seusai pertunjukan, lampu dinyalakan lagi, orang-orang beranjak dari kursi. Selanjutnya, para guest star membantu beberapa penggemarnya melakukan selfie dan foto bersama lagi.

 Satu-persatu, penonton berjalan menuju pintu keluar. Saya yakin, pikiran mereka masih dilekati oleh momen-momen yang baru disaksikan. Kadangkala ada anggapan merasuk dengan yakin bahwa pertunjukan yang baru saya simak pantas diberikan status terbaik, dari sembilan show yang saya ikuti sebelumnya.

#SUN4 adalah salah satu pertunjukan yang menimbulkan anggapan demikian. Nyaris lengkap diseluruh elemennya. MC, opener dan guest star yang tampil rapih, lighting, sound, menjadi bukti riil bahwa Stand Up Comedy Jember telah mengalami proses pemekaran secara kualitas.

Menurut saya, acara malam itu, hampir tak ada minus nya. Hanya saja, jeda dari jadwal masuk venue ke acara inti, yang agak terlalu lama. Bikin laper :’)

Aaaaarggghh... I miss that day so much
It's really hard to recall it, I suddenly want to go back!

Sorry kalo kepanjangan. hehehe...

Mohon maaf, jika ada banyak kesalahan dalam tulisan ini... 
With Love

@FitrotHM