Karena moment keren,
perlu dicatat!!!
(catatan nonton
#SUCROS3FINAL)
Apa ya, kata-kata yang tepat buat
menggambarkan perasaan saya hari minggu kemaren? Alhamdulillah... Diberi kesehatan, waktu dan rizki untuk
menjadi bagian dari #SUROS3FINAL.
Walaupun sempat ragu, begitu
tau #SUROS3FINAL akan dihelat di Surabaya.
“Nonton gak ya?”
Meski sering
melewati Surabaya saat pulang ke Madura, saya jarang mengunjungi kota itu secara khusus. (jadi nggak hafal jalan) hehehe. Bingung nginep
dimana? Belum lagi, event itu akan digelar sehari sebelum puasa.
Atas beberapa pertimbangan, saya @dikafarikhah dan @ameliaarrayan akhirnya memutuskan untuk nonton.
Awal juni, saya memesan ticket presale dua dari Mba RereNH.
Berbekal arahan dari beberapa orang, termasuk Mas Dono, dan Mas Gigis, kami berencana berangkat hari sabtu pagi, 4 juni 2016. Tapi akhirnya berangkat siang, karena telat bangun. Pukul lima sore, kami mendarat di Surabaya. Tak butuh waktu lama untuk kami menemukan penginapan di sekitar terminal Bungurasih. Ya, kami berusaha mencari yang paling murah. Dan akhirnya dapat penginapan dengan biaya Seratus ribu per malam. :')
Berbekal arahan dari beberapa orang, termasuk Mas Dono, dan Mas Gigis, kami berencana berangkat hari sabtu pagi, 4 juni 2016. Tapi akhirnya berangkat siang, karena telat bangun. Pukul lima sore, kami mendarat di Surabaya. Tak butuh waktu lama untuk kami menemukan penginapan di sekitar terminal Bungurasih. Ya, kami berusaha mencari yang paling murah. Dan akhirnya dapat penginapan dengan biaya Seratus ribu per malam. :')
Minggu 05 juni 2016, pukul 6 pagi kami berangkat (jalan kaki). Karena menurut seorang teman yang kami temui, jarak dari penginapan ke UNIPA lumayan dekat. (Walau nyatanya jauh). Jalan kaki dan
nyasarnya membutuhkan waktu hampir satu jam. Dibarengi perasaan nyesel, karena
ngga pake ojek aplikasi.
Sampe venue (GOR Hasta Brata
UNIPA), suasana masih sueepi. Saya, Dika, dan Iza berdiskusi apakah kami akan
sarapan dulu? Tapi kami nggak jadi pergi. Karena salahsatu guest star, Mas Wahyu Togog juaLan pentol (yang katanya bikin hati
meleleh) di halaman depan GOR. Lumayan bikin kenyang, walau nggak bikin hati
saya meleleh. (Maaf ini ga penting)
Sekitar pukul tujuh lewat, ticket
akhirnya bisa ditukarkan. Proses penukarannya sangat cepat, karena both
penukaran juga masih sepi.
Menurut pengumuman di
twitter, pintu masuk akan dibuka mulai
pukul 08.00. Namun sampai waktu yang dijanjikan, pintu belum juga dibuka.
Beberapa kali terdengar panitia mencoba mengajak beriteraksi untuk mengusir
kebosanan dari penonton yang sudah tak sabar. Sekian lama menunggu, sekitar
pukul 08.40 pintu masuk pun mulai dibuka. Satu persatu kami masuk sambil
menunjukkan ticket pada panitia. Untuk antrian penonton, panitia sebenarnya membuat
jalur antrian. Tapi antrian tetap melebar. Sehingga saya yang kecil ini agak
terhimpit, tapi juga bisa menyusup ke antrian depan.
Suasana di dalam GOR UNIPA berangsur ramai hingga akhirnya kursi-kursi terisi penuh. Beberapa comic
kebanggaan Jatim terlihat disana-sini. Ari Kriting, Sabiq, Sakti Wawan, Dani
Aditya, Deddi Gigis, Dono, dan lain-lain.
Saya melihat wajah-wajah
sumringah, karena apa yang dinantikan, akhirnya terlaksana. Tepuk tangan bergemuruh, kebahagiaan terus meningkat, seiring dengan teaser
yang menggambarkan acara hari itu.
Oia, Untungnya hari itu kami
dapat kursi yang lumayan strategis—karena dekat dengan panggung--yang nantinya
pasti banyak kesempatan untuk melihat semua performer dengan jelas.
Tak lama, show dibuka oleh dua MC
kece. Wira dan Ulin. Seperti biasa, mereka membacakan peraturan-peraturan
selama acara berlangsung. Sebelum Comic pertama tampil, MC memanggil Rektor
UNIPA untuk memberi sambutan. Namun si Rektor ternyata belum datang. Acara pun
berlanjut. Line up-nya, dimulai
dengan Rendi Kediri, Oki Salasa Sidoarjo,
Yoga Bojonegoro, Yogi Mojokerto, Fajri Jombang, Safri Lumajang, Inu Lamongan,
Aldi Surabaya, Alan Jember, Alfi Tulungagung, Ranta Banyuwangi, Britik Madiun,
Jagat Ngawi, Fajar Malang, dengan headliner
seorang Polisi bernama Galang, dari Stand Up Indo Surabaya.
Lalu dilanjutkan dengan penampilan
juara sabung comic di #SUCROS2014. Andri Bajul juara 3, Faris juara 2, dan seorang Dosen bernama Fajar (juara 1) menjadi pamungkas di babak pertama.
Sayangnya, penampilan comic-comic
itu agak terganggu dengan kehadiran pihak Rektorat dan pasukannya.
Setelah comic local heroes
tampil, Rektor yang namanya tak diketahui ini meminta waktu untuk memberi
sambutan (atau cari muka) di depan Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul. FYI,
menurut info dari twitter, hanya Gus Ipul yang hari itu resmi diundang. Seingat
saya, Gus Ipul sendiri tak menyinggung soal Pemilu atau-pun pencalonan dirinya
di bursa calon Gubernur mendatang. Namun pihak rektor lah yang melakukannya. Saya
hanya agak menyayangkan, acara keren itu dirusak oknum tertentu, dengan agenda
politiknya.
Belum lagi, Arif Budiman, Ketua
KPU RI yang juga tiba-tiba naik panggung. Ia sekan-akan sedang sosialisasi terkait
Pemilihan Umum. Dan si Bapak seenanknya
ngomong jika comic-comic yang tampil nggak lucu-lucu amat, dan biasa aja. Hanya
penonton saja yang gampang tertawa. Puncak kekesalan saya terhadapnya, ketika
si bapak menyuruh kami tertawa keras. “coba sekarang kalian tertawa, hahaha
hahhah” katanya. – (Sumpah nggak lucu). :(
Apa yang dilakukan Arif Budiman
ini menuai protes keras dari comic-comic Jawa Timur. Seperti Dodit Mulyanto,
Ari Kriting, Abdur Arsyad, Deddi Gigis, dan puluhan Comic lainnya. Bahkan,
tagar #KPUbukanOrmas sempat menjadi trending topic di twitter. Sampai terugkap
adanya ancaman pembubaran paksa, dan pencabutan aliran listrik, jika Rektor dan
pasukannya tak diberi waktu naik panggung. Dalam kicauannya, Arif Budiman
menggapi jika Ia dipaksa Rektor untuk naik. Benar tidaknya, hanya Ia yang tahu.
Tapi pada intinya, hal ini bisa dijadikan pelajaran bahwa gerakan Stand Up
Comedy Jawa Timu sekali lagi tak bisa dipandang sebelah mata. #Jatim iso!!!
Oke, Kembali lagi ke cerita
pertunjukan!
Sekitar pukul 12.00, pertunjukan
babak pertama berakhir. Panitia
memberi waktu pada penonton untuk istirahat, makan, dan sholat dzuhur.
Sementara itu, sabung comic dimulai. Perwakilan Comic seluruh Jatim
bertanding, membawa nama baik komunitas masing-masing. Dan kali itu, giliran
Stand Up Indo Malang yang memenagkan piala bergilir sabung Comic 2016.
Sembari menunggu sesi kedua
dimulai, saya memesan makanan dari kang Ojek aplikasi. Dengan alasan macet,
sampai gueststar ke tiga di sesi dua
naik, si kang Ojek tak kunjung datang. Lapar, kesel, jadi nggak fokus nonton.
Padahal saya pesen makan di food court cito. Jarak yang lumayan dekat bukan?.
Babak kedua berlangsung sekitar
pukul 14.00. Dibuka dengan penampilan Santencerah. Sebuah group HIP-HOP ceria
yang daintaranya digawangi Faris, dan Dita Praja dari Stand Up Indo Malang.
Bila di babak pertama khusus
menampilkan local heroes dari tiap komunitas se Jatim, maka babak kedua
dilancarkan guna menampilkan Comic-Comic yang levelnya diatas comic- pembuka
tadi. Mereka yang cukup berpengaruh di komunitasnya. Dan “mereka”, tak melulu yang masuk TV saja. Kalau kata Mas
Gigis, “Gak peduli dia comic TV atau bukan. Jika dianggap bisa, ya naik”.
Firman dari Stand Up Indo Malang,
yang juga alumni SUCI Kompas TV sesi 6 membuka pertunjukan babak kedua.
Bercerita tentang pekerjaannya di Kapanlagi.com, LGBT, Bis umum berbahan bakar
tinja, dan materi tentang efek samping obat batuk Komik yang membunuh (bikin
ngantuk, sekaligus insomnia).
Yang kedua, adalah Langit. Salahsatu
materi yang dibawakan, adalah tentang kucing bernama Meki. FYI, Meki adalah nama lain alat kelamin perempuan dalam bahasa
Jawa.
Kemudian dilnjutkan Wahyu Togog. Finalis
24 besar SUCI Kompas TV sesi 5 ini membawa materi tentang pengalamannya
berdagang segala barang, dan perjuangan menjadi kepala keluarga.
Lalu Pak Yudhit yang
mempertanyakan, megapa Umat Islam nggak bisa bersatu? Seperti perbedaan waktu
puasa dan lebaran.
Disusul duo DemPul (Deddi mbek
Pulung) yang sempat ngomongin “gimana kalo T-rex datang ke taman bungkul, Bu
Risma pasti ngamuk”. Selain itu, mereka juga berkolaborasi dan mengajak
penonton menyanyikan lagu “Love your self” nya Justin Bieber.
Setelah itu Virzha, yang masih
membawa materi tentang anak Yatim, dan------selebihnya saya lupa.
Ubed, Comic Idola teman saya
Sofi, membawakan materi tentang .................... (duh saya lupa) tapi ada
cerita pengalaman sholat di Mushola (kalau nggak salah). hihii
Topeng, Alumni SUCI Kompas TV
sesi 2 ini membuka penampilannya dengan penggalan puisi Rangga untuk Cinta,
dalam film AADC. Disamping itu, penampilannya juga serupa Ranngga. Kaos
abu-abu, dan kemeja merah maroon. Materinya yang saya ingat, tentang banci
Thailand, dan cerita tentang Ibu nya yang titip daster saat Topeng bertandang
ke Singapore. Eh, atau Australia ya...? :)
Lalu Ari Kriting membawa materi
saat bokongnya kena sundul t**** temannya. Juga tentang pengalaman antri
BAB di kamar mandi umum.
Sabiq, finalis tujuh besar SUCI
Kompas TV sesi 6 ini membawa opini tentang korupsi, dan sikap anti bullying. Membuat
penonton riuh memberi tepuk tangan, yang berarti setuju dengan opini nya.
Dilanjutkan dengan Mr. Reggy
Hasibuan, Bapak nya Comic-comic Malang. Yang kalo Stand Up nggak pernah nggak
keren, karena materi nya yang nggak umum. Sore itu, Mr Reggy membawa beberapa materi.
Diantaranya tentang bagaimana orang-orang Indonesia merayakan Valentine, ---
tentang TKI, dan kayaknya tentang t**** juga. :’)
Setelah itu, Arif Alfiansyah.
Yang membuka penampilannya dengan dance, freestyle,
atau apalah namanya, yang jelas itu keren banget. Dalam Stand Upnya, yang
saya ingat, Arif bercerita tentang kelakuan Muslim @TretanMuslim dan kelakuan
orang-orang di club malam.
Setelah Arif, Muslim akhirnya
naik panggung. Seperti biasa, act out nya bikin kaget karena hampir gak masuk akal. Membawa
materi lama tentang game silent. Ia lalu lari, dan turun ke arah penonton sambil telanjang dada.
Dan yang paling memorable adalah, saat Ia ng-prank diri sendiri dengan memakan
ikan hidup, dan mual-mual di atas panggung. Selain riuh tawa, Ia juga suskses
bikin penonton jijik.
Histeria
penonton terjadi ketika nama Dodit dipanggil. Comic yang sepertinya paling
ditunggu oleh sekian persen penonton ini, membuka penampilannya dengan
membagikan bunga pada beberapa penonton perempuan, dan memeluknya satu-persatu.
Dalam aksinya, Dodit sempat menyinggung Job barunya di SitKom OK-Jek Net TV. Ia
lalu mengajak kembali duo DemPul naik panggung, menyanyikan beberapa potong
lagu, dan mengakhirinya dengan lagu kepompong.
Setelah itu, Abdurarsyad. Runner
up SUCI Kompas TV sesi 4 ini membawakan beberapa materi lama. Seperti materi
tentang Konser Agnes Monica yang berbarengan dengan adzan isya di kampusnya.
Bagaimanapun, materi itu tetap pecah. Dan bagian yang paling saya suka adalah, saat
Abdur megumandangkan adzan.
Kemudian dilanjutkan Dani Aditya.
Alumni SUCI Kompas TV sesi 5 ini masih membawa materi tentang kekurangan (sekaligus
kelebihan) dirinya, dan bagaimana Ia memutuskan untuk tidak pakai kursi roda ke
tempat itu.
Lalu Wawan Saktiawan yang pantas
bila disebut dewa komedi. Lucunya udah nggak terhingga. LPM? Jangan ditanya.
Hitungan nya ganti jadi LPS,-per second. Materi tentang HP Mito, dan bahasa
khas Kediri, seperti (coklat-soklat, ice cream-es grem, stasiun-stapsiun, dan
puding-goder). Itu teuteup pueecaahh puooll, gendeng, dan tak tertandingi. Tak
heran bila di spesial Stand UP Show nya yang bertajuk SMS beberapa waktu lalu,
penonton nya mencapai 3500 orang. Gokil kan?! He is man of the show!
Dan headliner petang itu adalah
duo #SuroboyoUndercover yang digawangi Dono dan Karjo. Duet DonoKarjo ini juga
super keren dan memorable. Selain Kenjiran, Materi tentang kali Jagir dan mbah
pesek mendominasi penampilan mereka. Selain Stand Up, saya juga melihat ada
unsur drama dalam penampilan mereka. Dan adegan yang paling saya suka,
(adegan saat Mas Dono dalam
posisi siap ciuman, tiba-tiba disamperin petugas keamanan sambil bersholawat).
Penampilan mereka menjadi Epilog yang
mengesankan di #SUCROS3FINAL hari itu. Para
performer lalu berkumpul di tengah panggung. Seraya mengucapkan salam penutup,
“Terimakasih semua, terimakasih Surabaya, terimakasih panitia, terimakasih
UNIPA. Terakhir, mereka memberi salam penghormatan pada penonton.
#SUCROS3FINAL mungkin tak lebih
meriah dibandingkan #SUCROS2MALANG yang ditonton 3500 orang. Namun, show yang
ditonton 2300 ini meninggalkan satu malam lagi yang akan dikenang dalam
keseluruhan perjalanan mereka, juga perjalanan para “penikmat stand Up Comedy”
.
Show hari itu berakhir memuaskan. Sepuluh jam berjalan tak terasa. Rasanya
ingin lama sekali melihat mereka, tapi waktu sudah menunjukan pukul enam sore,
dan acara harus diakhiri.
Dari awal sampe akhir, penonton ketawa
ngakak dan memberi apresiasi penuh pada semua performer. Mungkin itu yang bikin mereka ikut menikmati dan senang. Seusai pertunjukan, lampu dinyalakan
lagi, orang-orang beranjak dari kursi. Selanjutnya, para guest star membantu
beberapa penggemarnya melakukan selfie dan foto bersama.
Aaaaarggghh... I miss that day so much
It's really hard to recall it, I suddenly want to go back!
NB : Mohon maaf bila ada banyak
penulisan materi-materi yang salah. Karena saya hanya mencatatnya di awal.
Selebihnya saya lupa. Karena terlalu menikmati penampilan kalian.
With Love
@FitrotHM
