Catatan minggu lalu
Di luar
sana, perbedaan itu mungkin bisa menimbulkan konflik, tapi di sini, perbedaan
itu menimbulkan tawa. Begitulah tema besar yang diusung dalam Stand Up show
#Satu Bangsa Dalam Tawa, yang digawangi Muslim @TretanMuslim yang mewakili
Madura, Setiawan Yogy @setiawanyogy mewakili Kalimantan, Nugroho Achmad
@Silolox Batak, dan Adiyan Rahman Pradana @Donooo182 mewakili suku Jawa.
Materi-materi yang disampaikan pada pertunjukan yang berlangsung di Ballroom Aston Hotel Jember itu umumnya
tentang fenomena-fenomena yang berkaitan dengan kedaerahan. Atau,
keresahan-keresahan yang dilihat para comic
tentang realita sosial, namun dikemas menjadi sesuatu yang cerdas dan tidak
biasa. Menghibur sekaligus mencerahkan. Jenaka tanpa harus melupakan persoalan
bangsa.
Pukul setengah tujuh malam,
penonton, mulai masuk satu-persatu ke dalam gedung pertunjukan. Namun
sebelum pertunjukan benar-benar dimulai, sekitar 15 menit para tamu disuguhi
demo promosi salah satu sponsor acara. Selama si Bapak berbicara di atas
panggung, saya yang datang bersama Diana @apriliyanti21 ngobrol tentang
comic-comic yang akan tampil malam itu. juga tentang kekaguman saya terhadap
gerak cepat komunitas @StandUpIndo_JBR yang masih balita, tapi sudah bisa melaksanakan
kegiatan sekeren ini.
Sampai akhirnya, duo host ganteng, yaitu Langit @langitbikull dan Rizky @Rizky_R muncul
dari belakang penonton, dan terus membuat penonton tertawa dari awal hingga
akhir acara. Terutama saat Langit mengeluarkan kalimat "dada
bengkak". Langit dan Rizky yang memang sudah dikenal dikalangan penikmat
StandUpIndo Jember, memiliki pengaruh kuat atas kelangsungan show ini.
@langitbikull dan Rizky_R

Komika pembuka pertama malam itu
adalah Adit @SAM_Dexel, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember yang berhasil
nge-kill dengan bit tentang minuman keras, cita-cita, Indonesia, dan kereta api.
@SAM_Dexel
"Indonesia
itu sebenernya adalah Negara yang inovatif, kreatif, dan tekhnologinya maju.
Terutama dalam bidang perkereta apian, Karena, dari seluruh Negara yang ada di
dunia, cuma Indonesia yang Kereta Apinya bisa berbunyi
jugijagijugijagijug." *sambil
nyanyi kereta malam.
Seketika saya dan ratusan penonton
lainnya tertawa dan bertepuk tangan meriah. Tidak salah Panitia memilih lelaki
berkacamata ini sebagai opener. Ia
berhasil menyulut tawa penonton
Disusul dengan penampilan Ilham yang
sebelum muncul sudah diingatkan oleh Langit dan Rizky, kalau komika satu ini
gila, dan tak punya otak. Benar saja, Ilham muncul dengan atraksi tari salsa
ala Maria Mercedes yang membuat kaget
tapi juga lucu. Saya yang sebelumnya tidak pernah tahu orang ini, cuma
geleng-geleng kepala dengan materi-materinya yang tak masuk akal. Punchline nya dia isi dengan Puisi absurd yang lagi-lagi membuat semua
penonton berteriak heboh.
@Ilhamsyah
Dan akhirnya, yang ditunggupun tiba.
Muslim yang saya kira akan menjadi penutup acara justru menjadi headliner pertama. Tak seperti
penampilannya di #WhatEverShow, malam itu Ia tampil santai. Hanya memakai kaos
merah-putih bertulis FCK 48 tanpa kerah, dan topi berwarna senada, yang juga
bertulis FVCK 48. Muslim dengan personanya
yang menyebalkan sekaligus dipuja, menyapa penonton dengan mengatakan bahwa
kaos yang dipakainya adalah desain baru pakaian khas Madura, yang lalu
dilanjutkan dengan bit tentang JKT 48.
@TretanMuslim

Muslim memaksa penonton memasuki
dunianya yang berwarna, saya tak habis pikir, dengan komposisi materi-materi
yang dibawanya. Dari bit satu ke bit yang lain. dengan dibumbui umpatan-umpatan
ala anak muda Surabaya. Dari bit tentang Dunia Lain, lalu masuk ke bit tentang
perbedaan kesurupan antara orang Amerika dan Indonesia, sampai pada pembahasan
tempat prostitusi di daerah Puger dan cilok Edi. Bit tentang Calon Presiden
Smack down juga menjadi salah satu klimaks, dimana Muslim act out gerakan-gerakan ala smack
down. Selain itu, Perawat kampret ini juga sempat me riffing penonton secara bertubi-tubi.
headliner ke dua adalah silolox, yang
mewakili suku batak. Bit tentang ketidak pahamannya dengan kata Djancuk*
langsung membuat rahang saya sakit. Kemudian, bit tentang adegan tabrakan di
FTV, yang dilanjut dengan bit tentang susahnya jadi orang gendut ketika buang
air besar di kakus jongkok, dengan
gerakan-gerakan yang menggemaskan, Ia
mampu membuat saya membayangkan betapa susahnya memang jadi orang gendut.
Penggalian materi lolox dari kehidupannya, tidak hanya memberikan menyajikan
tawa, tapi juga tips cara Buang Air Besar di kakus jongkok. DJANCUK kau bang! hehe
@silolox
Setelah lolox selesai melibas
panggung selama dua puluh menitan, giliran Setiawan Yogi. Lelaki gondrong asal
Samarinda itu, seperti biasa membawakan materi yang sedikit nakal, bit tentang
santet ngilangkan titit, sampai materi tentang percintaannya yang menyakitkan.
Ups! maaf Kaka Yogi. Gayanya yang macam Rock Star membuat saya betah melihatnya
berlama-lama di panggung. Walaupun ternyata dia sedang sakit, Yogi tetap mampu
membuat kami semua terhibur. Penampilannya diakhiri dengan sebuah bit berani tentang Malaikat penjaga
kubur.
@setiawanyogy
Dono
menjadi penampil terakhir malam itu. Comic yang sempat mengaku manajer nya Cak Muslim ini juga membuat saya
melting. Saya baru ngeh, kalu
tampangnya kece dan keren. Karena yang saya tahu, Bang Dono ini sering dibully di twitter oleh Cak Muslim dkk. Gayanya santai, dan materinya gampang dicerna. Hal ini
langsung membuat saya kagum dengan komika asal Surabaya ini. Dono membuka
shownya dengan riffing penonton yang
memakai sandal jepit. Ia lalu membawa penonton pada pemikiran laki-laki, menuju
materi tentang pacarnya dan cerita tentang Si
Popo. Saya kagum dengan kelucuan-kelucuan dalam set nya yang dimaksimalkan dengan act out-act out mencengangkan. Sejak itu pula saya memutuskan untuk
menjadi penggemarnya. Semoga suatu hari nanti, saya bisa melihatnya kembali.
Sekitar
pukul 22:17 (menurut jam saya), Dono mengakhiri penampilannya dengan gemuruh
tepuk tangan penonton. Aroma kebahagiaan tercium jelas dalam ruangan itu.
@donooo182 Saat me riffing penonton
Tentu sangat pantas bila kami
memberikan apresiasi terbaik kepada @StandUpIndo_JBR. Rasa puas, senang,
bahagia, semua campur aduk. Luar biasa apa yang saya lihat malam itu. Mereka
keren sekali. Tak lama, para pengisi acara menaiki panggung untuk ikut
mengucapkan terimakasih kepada semua pendukung acara yang ada di sana. Serta
berterimakasih kepada penonton yang telah datang.
Semoga, Stand Up Show kali itu
mengandung Sumbangan yang besar arti dan nilainya bagi kita semua. Agar tak ada
lagi orang yang menganggap bahwa Stand Up Comedy hanya jadi gerakan
atributif saja (bagi orang-orang yang tidak terlalu memahami dinamika dan
dialektika panjang komunitas ini).
Dan Semoga ke depannnya semakin banyak event-event keren yang tak hanya mampu menghibur, tapi juga menginspirasi
banyak orang. Walau pertunjukan itu telah usai seminggu lalu, namun saya masih
merasakan atmosfernya sampai sekarang.
VIVA LA KOM TUNG!!!
#Sesi foto
Sesi foto adalah hal yang paling
saya tunggu. Karena saat #WhatEverShow kemarin, saya gagal foto dengan cak
Muslim. Ketika sedang antri foto, saya sempat dibuat panik, karena tiba-tiba si
Abang gondrong hilang dari pandangan. Saya langsung keluar barisan, dan mencari
sosok itu. Ehm, Bang Yogi adalah orang kedua yang saya paling inginkan malam
itu. Tapi tak lama, saya menemukannya kembali. Kamipun foto bareng, dengan
perasaan bahagia tak terhingga. Abang
gondrong ini baik banget ternyata. Dia juga sempat mengatakan, "makasih, udah datang". :D
Sementara ketika foto dengan Bang
Dono, si Mas fotografer tak bisa mengoperasikan kamera kami. Alhasil, foto kami
garing, karena kelamaan. Tapi, foto bareng Bang lolox adalah yang paling lucu,
karena Abang Batak ini jauh dari kesan seram. Dia justru sangat ramah dan murah
senyum. TERIMA KASIH BANG!
- Seharusnya saya pinjam bangku, agar tinggi badannya tak
begitu jauh terlihat. hehe
Oia Cak Muslim, Saya orang Madura juga looh. Sumenep lebih
tepatnya:* toss dulu dong!
- Abang gondrong yang kece, waktu sesi foto masih
sakit perutkah? :)
Abang Batak yang ramah!!!
- Idola baruku, >_< You're
rock!!!
NB:
Foto-fotonya kurang bagus, karena posisi duduk saya berada jauh di samping
panggug.














0 komentar:
Posting Komentar