13 July 2013 at 14:55
Stand Up Comedy atau juga Komedi Tunggal (KomTung) sendiri merupakan sebuah seni, dimana seorang komedian yang biasanya disebut comic, berdiri menyampaikan lelucon melalui monolog. Lelucon yang disampaikan umumnya tentang fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat. Atau, keresahan-keresahan yang dilihat para comic tentang realita sosial, namun dikemas menjadi sesuatu yang cerdasdan tidak biasa. Tahun 2012 menjadi tahun yang sangat bersejarah bagi Stand UpComedy Indonesia. Di tahun itu, SUCI menghasilkan banyak sekali show-show dan acara-acara keren yang tak hanya mampu menghibur, tapi juga menginspirasi banyak orang.Walaupun baru muncul, SUCI mampu bersaing dengan acara-acara komedi lainnya.
Selain itu, dalam sebuah wawancara yang saya kutip di media online, comic Gilang Bhaskara mengatakan, SUCI biasanya hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang berpandangan terbuka dan luas. Karena materi yang diba wamemang sarat dengan kritik-kritik tajam. Dan tentu akan ada tokoh ataupihak-pihak yang di serang oleh para komik. Misalnya, saat Ia sendiri pernah menyinggung soal pencalonan Farhat Abbas dalam bursa pemilihan Presiden 2014-2019, Dia mengatakan, “jangankan di sini, walaupun Farhat Abbas itu nyalonPresiden di Bikini Buttom, doi gakbakal menang! Patrick dan Sponge Bob gak sebodoh itu buat milih doi,” katanya dalam postingan twitternya. Namun sampai saat ini, belum ada kasus atau pelaporan mengenai hal itu. Kalaupun ada yang tersinggung, berarti dia belum pantas untuk menjadi penikmat Stand Up Comedy. Dan itu nyata. Katanya lagi.
Dalam tulisan ini, saya juga akan membahas tentang dua comic favorit saya, Ge Pamungkas, dan Gilang Bhaskara, selain berwajah tampan, keduanya sama-sama tercatat sebagai Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Parahyangan Bandung. Bedanya, Ge angkatan 2006, sedangkan Gilang angkatan2007. Dan dua-duanya belum lulus, hehe.Ge yang juara dua SUCI season 2 ini terkenal dengan gayanya yang enerjik, dengan penyampaian yang nge pop, dan bahasa tubuhyang selalu dapat membuat penonton kagum. Sedangkan Gilang, dikenal sebagai comic cerdas, dan senang membawa tema-tema yang remeh, menjadi layak dibicarakan. Tema-tema yang pernah diangkat lelaki berkacamata ini diantaranya, tentang fenomena alay, Dora, sebagai acara anak-anak yang tidak mendidik, dan tentang pengalamannya ketika di rumah sakit. Gilang bercerita, suatu hari dia periksa, dan ketika mendaftar ke salah seorang perawat, si perawat tersebut menuliskan namanya, dengan Gilang Baskara, yang seharusnya, ditulis Bhaskara. Nah, ketika Gilang mencoba menegur dengan kalimat,
"mbak, Gilang Bhaskara pake BH".
Si suster bingung. Padahal yang Gilang maksud Bhaskaranya yang BH. Terlepas daribenar tidaknya cerita itu, lewat bahasanya yang enak didengar, malam itu sirambut kriwil ini telah membuat seluruh penonton terawa terpingkal-pingkal. Namun,ada satu yang paling saya suka, yaitu ketika lelaki berambut kriwil ini membahas tentang "Program mobil ramah lingkungan.
“Kalian tahu, definisi Mobil ramah lingkungan menurut Pemerintah, yaitu yang cc nya kecil. Emang, kalau cc nya kecil, Bahan Bakarnya air embun?”
Katanya dengan gaya yang santai, namun sangat masuk pesannya. beberapakali melihatnya tampil, benar-benar membuat saya jatuh cinta. Gaya bicaranya,cukup menggambarkan bahwa Gilang memang orang yang berwawasan luas, dan selalu bisa menguak sisi lain dari kebodohan yang sering dilakukan orang Indonesia. Materi yang dibawa juga selalu disertai dengan hipotesa-hipotesa matang, tanpa meninggalkan unsur lucu.
Dalam akun twitternya yang bernama @Gilbhas itu, Gilang pernah bertuturtentang cita-citanya untuk membuat SUCI bisa dicintai banyak orang, namunjangan terlalu komersil, agar tak keluar jalur. Karena Ia khawatir, esensi SUCIyang sarat kritik akan luntur. Selain Gilang, dan Ge, ada beberapa comic yang disebut-sebut sebagai “nyawa”dari SUCI sendiri. Seperti Raditya Dika, Ryan Adriandi, Pandji Pragiwaksono, SammyNotaslimboy, Ernest Prakasa, serta Soleh Solihun. Video-video lucu mereka yangdi upload di You tube telah ditonton oleh jutaan orang. Hal ini semakinmempertegas bahwa SUCI telah diterima oleh orang Indonesia. Walaupun hanya sebagian. Dan beberapa bulan lalu, comic Kemal, juara tiga SUCI 2 dan Ge Pamungkasjuara satu SUCI 2, sempat mampir di Jember. Kemal lewat Absurd tour, dan Ge lewat 3GP tournya.
Kembali lagi ke comic Gilang, dalamsebuah wawancara dengan media, di juga mengatakan, penikmat Stand Up Comedy harus orang-orang yang mudah tersinggung. “Kalau misalnya kita nyinggung orangyang suka naik mobil pribadi, kita justru juga harus ngindarin itu. Jadi gak cuma ngingetin orang, tapi juga diri sendiri,”. Katanya serius.
Oia, selain SUCI, ada juga acara komedy bernama Indonesia Harus Bercanda.Sebuah komedi situasi yang menggambarkan kehidupan manusia Indonesia yang diperankan oleh comic-comic yang saya sebutkan tadi. Dalam salah satu episode yang berjudul, “gerah ngurusi calon lurah”, yang diperankan Mpok Nori, digambarkan, Mpok Nori yang tidak bisa baca-tulis, ngotot ingin jadi Lurah, dengan mengandalkan harta yang Ia miliki. Jelas ini merupakan penggambaran tentang maraknya orang yang ingin jadi caleg, tapi tak mau tahu tentang kemampuan dirinya. Hal itu memang banyak terjadi di Negara kita. Indonesia Harus Bercanda merupakan proyek di buat oleh Pandji, yang memang ditujukan untuk menggambarkan relita yang terjadi. Sekalilagi, dengan cara yang tidak murahan. Perlu diketahui juga, bahwa komunitas in itidak dibentuk sembarangan. Tapi dibentuk secara teratur, serta mempunyai visi-misi,dan struktur organisasi yang jelas. Dan satu lagi, tidak semua orang bisamenjadi comic. Karena seorang comic harus sering berlatih, belajar analisis sosial, dan rajin membaca. Karenatingkat intelektual seorang comic,sangat berpengaruh terhadap penerimaan penonton yang kebanyakan terdiri dari Mahasiswa. Berbeda dengan acara komedi lain yang gak jelas maksudnya.
Semoga kehadiran Stand Up Comedy Indonesia menjadi langkah yang tepat untukpenyegaran dunia komedi Indonesia. dan menurut saya, Stand Up Comedy juga merupakan bentuk lain dari gerakan positif yang dapat merumuskan cara untuk memberantas berbagai virus alay yang sedang merajalela di Indonesia.
Viva La Komtung![]


0 komentar:
Posting Komentar